Hordeolum

thumbnail
Hordeolum
(Sumber: Pedoman Pengobatan Dasar di Puskesmas 2007)

Definisi Hordeolum
Hordeolum adalah suatu infeksi pada satu atau beberapa kelenjar di tepi atau di bawah kelopak mata. Bisa terbentuk lebih dari 1 hordeolum pada saat yang bersamaan. Hordeolum biasanya muncul dalam beberapa hari dan bisa kambuh secara spontan.

Penyebab Hordeolum
Hordeolum adalah infeksi akut pada kelenjar minyak di bawah kelopak mata yang disebabkan oleh bakteri dari kulit (biasanya di sebabkan oleh bakteri stafilokokus). Hordeolum sama dengan jerawat kulit. Kadang timbul bersamaan dengan atau sesudah blefaritis, bisa juga secara berulang.

Gambaran klinik Hordeolum
− Biasa berawal dengan kemerahan, nyeri bila ditekan dan nyeri pada tepi kelopak mata.
− Mata mungkin berair, peka terhadap cahaya terang dan penderita merasa ada sesuatu di dalam matanya. Biasanya hanya sebagian kecil di daerah kelopak yang membengkak, meskipun ada seluruh  kelopak membengkak.
− Di tengah daerah yang membengkak sering kali terlihat bintik kecil yang berwarna kekuningan.
− Bisa terbentuk abses yang cenderung pecah dan melepaskan sejumlah nanah.

Diagnosis Hordeolum
Ditegakkan berdasarkan gejala dan pemeriksaan fisik.

Penatalaksanaan Hordeolum
− Hordeolum bisa diobati dengan kompres hangat selama 10 menit sebanyak
4 x sehari. Jangan mencoba memecahkan hordeolum, biarkan pecah sendiri.
− Salep mata sulfasetamide 10%, 4 kali sehari selama 7 hari atau
− Salep polymyxin bacitracin, 4 kali sehari selama 10 hari
− Tetes mata antibiotik dapat digunakan, tetapi memerlukan dosis yang lebih
sering. Setiap 3 – 4 jam, dan biasanya kurang efektif.

Pencegahannya adalah selalu mencuci tangan terlebih dahulu sebelum menyentuh di sekitar mata. Bersihkan minyak yang berlebihan di tepi kelopak mata secara perlahan.

Glaukoma

thumbnail
Glaukoma
(Sumber: Pedoman Pengobatan Dasar di Puskesmas 2007)

Definisi Glaukoma
Glaukoma adalah suatu gejala dari kumpulan penyakit yang menyebabkan suatu resultan yakni meningkatnya tekanan intra okuler yang cukup untuk menyebabkan degenerasi optik disk atau kelainan lapang pandang.

Penyebab Glaukoma
Meningkatnya tekanan intra okuler. Harus dibedakan dengan hipertensi okuler yaitu suatu keadaan dimana tekanan intraokuler meninggi tanpa kerusakan pada optik disk dan kelainan lapang pandang.

Gambaran Klinis Glaukoma   
Glaukoma dapat diklasifikasikan sebagai berikut :
1. Glaukoma Primer
a. Glaukoma primer sudut terbuka (simple glaucoma, wide angle glaucoma, chronic simple glaucoma) adalah jenis glaukoma yang paling sering ditemukan.
b. Glaukoma primer sudut tertutup (narrow angle glaucoma, closed angle glaucoma, acute congestive glaucoma).
2. Glaukoma Kongenital
a. Glaukoma kongenital primer atau infantil (Buftalmos)
b. Glaukoma yang menyertai kelainan kongenital
3. Glaukoma Sekunder
4. Glaukoma Absolut
Pada glaukoma akut kongestif (terjadinya serangan) harus diberi perawatan yang secepat-cepatnya karena terlambatnya perawatan dapat mempercepat memburuknya tajam penglihatan dan lapang pandang.
Glaukoma akut kongestif sering diduga / didiagnosa sebagai konjungtivitis karena mata terlihat merah. Pada glaukoma akut akan terlihat adanya injeksi konjungtiva, injeksi silier, pupil melebar / mid dilatasi, reflek kurang. Pemeriksaan pengukuran tekanan bola mata dengan tonometri akan didapatkan nilai yang tinggi (normal 10 –20 mmHg).

Diagnosis Glaukoma
Mata merah, pupil lebar, reflek kurang, kornea agak keruh, tanpa kotoran mata dengan keluhan nyeri kepala dan visus menurun dan biasanya satu mata adalah Glaukoma.

Kelainan tersebut jangan didiagnosis sebagai konjungtivitis. Tanda konjungtivitis adalah mata merah (biasanya dua mata), terdapat kotoran mata, tidak nyeri kepala, visus tidak menurun, pupil tidak lebar dan tidak berakibat kebutaan. Glaukoma akut kongestif sangat berbahaya dan berakibat kebutaan total yang tidak dapat diobati.

Penatalaksanaan Glaukoma
Dengan keterbatasan ketenagaan dan peralatan, maka penanggulangan glaukoma yang mungkin dilakukan di Puskesmas adalah glaukoma akut kongestif, dengan pemberian :
a. Timolol 0,5% dengan dosis 2 x sehari
b. Pilokarpin 2 – 4% tiap 2 jam
c. Acetazolamide 250 mg 3 x sehari
d. Analgetik sistemik
Pengobatan simptomatik dengan gejala yang ada dan segera rujuk ke spesialis mata untuk tindakan selanjutnya.