Penyakit Stroke

thumbnail
Stroke adalah suatu kondisi yang terjadi ketika pasokan darah ke suatu bagian otak tiba-tiba terganggu. Dalam jaringan otak, kurangnya aliran darah menyebabkan serangkaian reaksi biokimia, yang dapat merusakkan atau mematikan sel-sel saraf di otak. Kematian jaringan otak dapat menyebabkan hilangnya fungsi yang dikendalikan oleh jaringan itu. Stroke adalah penyebab kematian yang ketiga di Amerika Serikat dan banyak negara industri di Eropa (Jauch, 2005). Bila dapat diselamatkan, kadang-kadang penderita mengalami kelumpuhan di anggota badannya, hilangnya sebagian ingatan atau kemampuan bicaranya. Beberapa tahun belakangan ini makin populer istilah serangan otak. Istilah ini berpadanan dengan istilah yang sudah dikenal luas, "serangan jantung". Stroke terjadi karena cabang pembuluh darah terhambat oleh emboli. Emboli bisa berupa kolesterol atau udara.

Stroke termasuk penyakit serebrovaskuler (pembuluh darah otak) yang ditandai dengan kematian jaringan otak (infark serebral) ini terjadi karena berkurangnya aliran darah dan oksigen ke otak. Berkurangnya aliran darah dan oksigen ini bisa dikarenakan adanya sumbatan, penyempitan atau pecahnya pembuluh darah. WHO mendefinisikan bahwa stroke adalah gejala-gejala defisit fungsi susunan saraf yang diakibatkan oleh penyakit pembuluh darah otak dan bukan oleh yang lain dari itu.

Tanda dan Gejala-gejala Stroke

Berdasarkan lokasinya di tubuh, gejala-gejala stroke terbagi menjadi berikut:

Bagian sistem saraf pusat : Kelemahan otot (hemiplegia), kaku, menurunnya fungsi sensorik
Batang otak, dimana terdapat 12 saraf kranial: menurun kemampuan membau, mengecap, mendengar, dan melihat parsial atau keseluruhan, refleks menurun, ekspresi wajah terganggu, pernafasan dan detak jantung terganggu, lidah lemah.

Cerebral cortex: aphasia, apraxia, daya ingat menurun, hemineglect, kebingungan. ika tanda-tanda dan gejala tersebut hilang dalam waktu 24 jam, dinyatakan sebagai Transient Ischemic Attack (TIA), dimana merupakan serangan kecil atau serangan awal stroke.

Faktor Penyebab Stroke

Faktor resiko medis, antara lain Hipertensi (penyakit tekanan darah tinggi), Kolesterol, Aterosklerosis (pengerasan pembuluh darah), Gangguan jantung, diabetes, Riwayat stroke dalam keluarga, Migrain.

Faktor resiko perilaku, antara lain Merokok (aktif & pasif), Makanan tidak sehat (junk food, fast food), Alkohol, Kurang olahraga, Mendengkur, Kontrasepsi oral, Narkoba, Obesitas.

80% pemicu stroke adalah hipertensi dan arteriosklerosis, Menurut statistik. 93% pengidap penyakit trombosis ada hubungannya dengan penyakit tekanan darah tinggi.

Pemicu stroke pada dasarnya adalah, suasana hati yang tidak nyaman (marah-marah), terlalu banyak minum alkohol, merokok dan senang mengkonsumsi makanan yang berlemak.

Derita Pasca Stroke

Setelah stroke, sel otak mati dan hematom yg terbentuk akan diserap kembali secara bertahap. Proses alami ini selesai dlm waktu 3 bulan. Pada saat itu, 1/3 orang yang selamat menjadi tergantung dan mungkin mengalami komplikasi yang dapat menyebabkan kematian atau cacat

Diperkirakan ada 500.000 penduduk yang terkena stroke. Dari jumlah tersebut:

1/3 --> bisa pulih kembali,
1/3 --> mengalami gangguan fungsional ringan sampai sedang,
1/3 sisanya --> mengalami gangguan fungsional berat yang mengharuskan penderita terus menerus di kasur.
Hanya 10-15 % penderita stroke bisa kembali hidup normal seperti sedia kala, sisanya mengalami cacat, sehingga banyak penderita Stroke menderita stress akibat kecacatan yang ditimbulkan setelah diserang stroke.

Akibat Stroke lainnya:

80% penurunan parsial/ total gerakan lengan dan tungkai.
80-90% bermasalah dalam berpikir dan mengingat.
70% menderita depresi.
30 % mengalami kesulitan bicara, menelan, membedakan kanan dan kiri.
Stroke tak lagi hanya menyerang kelompok lansia, namum kini cenderung menyerang generasi muda yang masih produktif. Stroke juga tak lagi menjadi milik warga kota yang berkecukupan , namun juga dialami oleh warga pedesaan yang hidup dengan serba keterbatasan.

Hal ini akan berdampak terhadap menurunnya tingkat produktifitas serta dapat mengakibatkan terganggunya sosial ekonomi keluarga. Selain karena besarnya biaya pengobatan paska stroke , juga yang menderita stroke adalah tulang punggung keluarga yang biasanya kurang melakukan gaya hidup sehat, akibat kesibukan yang padat.
Sumber: id.wikipedia.org | medicastore.com

Penjelasan Penyakit Sindrom Marfan

thumbnail
Marfan Syndrome adalah penyakit bawaan yang mempengaruhi jaringan ikat, sebuah jaringan yang mengajarkan kekuatan dan fleksibilitas untuk berbagai struktur dari tubuh seperti otak, mata, jantung, tulang, kulit, pembuluh darah dan paru-paru. Jaringan ikat yang rusak dalam sindrom Marfan tidak memberikan kerangka kerja yang cukup untuk pertumbuhan dan perkembangan struktur.

Sindrom Marfan mempengaruhi 1 dari 5.000-10.000 orang. Hal ini dinamai Antoine-Jean-Bernard Marfan yang didiagnosis dengan kondisi serupa pada tahun 1896.

Sindrom Marfan dapat menyebabkan komplikasi seperti pneumotoraks spontan (udara dalam dada mengakibatkan kolaps paru) dan kelemahan dari membran dural (selubung dari otak dan sumsum tulang belakang). Katup jantung, terutama katup mitral,
mungkin abnormal. Manifestasi paling berbahaya adalah kerusakan pada aorta atau arteri utama dalam tubuh.

Pada sebuah kasus yang berujung hingga kematian akibat Sindrom Marfan terjadi pada Flo Hyman, pemain voli yang terkenal. Flo pergi untuk menerima medali perak Olimpiade selama karirnya, namun
runtuh pada tahun 1986 selama pertandingan voli karena kerusakan aorta. Kejadian ini menyoroti pentingnya atlet untuk selalu melakukan skrining dalam mencegah Sindrom Marfan. Karena sindrom ini diketahui banyak menimpa para atlet dengan postur kaki yang panjang,

Sindrom Marfan terjadi karena mutasi pada gen-1 fibrillin (FBN1). Gen FBN1 encode untuk,
fibrillin-1 yang merupakan komponen utama dari mikrofibril. Mikrofibril penting untuk elastisitas jaringan. Dengan demikian, elastisitas jaringan dipengaruhi pada pasien sindrom Marfan.

Sindrom Marfan yang parah pada bayi dapat mengakibatkan kematian sebelum usia satu tahun. Pada kebanyakan orang lain, gejala muncul setelah pubertas, dengan komplikasi berkembang hanya di masa dewasa. Dimana modalitas pengobatan terbaru yang tersedia, harapan hidup telah meningkat menjadi lebih dari 60 tahun.

Penanganan Luka Bakar

thumbnail
Penanganan Luka Bakar
(Sumber: Pedoman Pengobatan Dasar di Puskesmas 2007)

Definisi
Luka Bakar adalah cedera pada jaringan tubuh akibat panas, bahan kimia maupun
arus listrik.

Penyebab
Akibat panas, bahan kimia maupun arus listrik.

Gambaran Klinis
Beratnya luka bakar tergantung kepada jumlah jaringan yang terkena dan kedalaman
luka:
− Luka bakar derajat I
Merupakan luka bakar yang paling ringan. Kulit yang terbakar menjadi merah, nyeri, sangat sensitif terhadap sentuhan dan lembab atau membengkak. Jika ditekan, daerah yang terbakar akan memutih; belum terbentuk lepuhan.
− Luka bakar derajat II
Menyebabkan kerusakan yang lebih dalam. Kulit melepuh, dasarnya tampak merah atau keputihan dan terisi oleh cairan kental yang jernih. Jika disentuh warnanya berubah menjadi putih dan terasa nyeri.
− Luka bakar derajat III
Menyebabkan kerusakan yang paling dalam. Permukaannya bisa berwarna putih dan lembut atau berwarna hitam, hangus dan kasar. Kerusakan sel darah merah pada daerah yang terbakar bisa menyebabkan luka bakar berwarna merah terang. Kadang daerah yang terbakar melepuh dan rambut / bulu di tempat tersebut mudah dicabut dari akarnya. Jika disentuh, tidak timbul rasa nyeri karena ujung saraf pada kulit telah mengalami kerusakan. Jika jaringan mengalami kerusakan akibat luka bakar, maka cairan akan merembes dari pembuluh darah dan menyebabkan pembengkakan. Kehilangan sejumlah besar cairan karena perembesan tersebut bisa menyebabkan terjadinya syok. Tekanan darah sangat rendah sehingga darah yang mengalir ke otak dan organ lainnya sangat sedikit.

Diagnosis
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan fisik.

Penatalaksanaan
Sekitar 85% luka bakar bersifat ringan dan penderitanya tidak perlu dirawat di rumah sakit. Untuk membantu menghentikan luka bakar dan mencegah luka lebih lanjut, sebaiknya lepaskan semua pakaian penderita. Kulit segera dibersihkan dari bahan kimia (termasuk asam, basa dan senyawa organik) dengan mengguyurnya dengan air.

Penderita langsung dirujuk jika:
− Luka bakar mengenai wajah, tangan, alat kelamin atau kaki
− Terkena arus listrik dan sambaran petir
− Penderita akan mengalami kesulitan dalam merawat lukanya secara baik dan benar di rumah.
− Penderita berumur kurang dari 2 tahun atau lebih dari 70 tahun
− Terjadi luka bakar pada organ dalam.

Luka Bakar Ringan
− Jika memungkinkan, luka bakar ringan harus segera dicelupkan ke dalam air dingin. Luka bakar kimia sebaiknya dicuci dengan air sebanyak dan selama mungkin. Di tempat praktek dokter atau di ruang emergensi, luka bakar dibersihkan secara hati-hati dengan sabun dan air untuk membuang semua kotoran yang melekat. Jika kotoran sukar dibersihkan, daerah yang terluka diberi obat bius dan digosok dengan sikat. Lepuhan yang telah pecah biasanya dibuang. Jika daerah yang terluka telah benar-benar bersih, maka dioleskan krim antibiotik (misalnya perak sulfadiazin).
− Untuk melindungi luka dari kotoran dan luka lebih lanjut, biasanya dipasang verban. Sangat penting untuk menjaga kebersihan di daerah yang terluka, karena jika lapisan kulit paling atas (epidermis) mengalami kerusakan maka bisa terjadi infeksi yang dengan mudah akan menyebar. Jika diperlukan, untuk mencegah infeksi bisa diberikan antibiotik, Untuk mengurangi pembengkakan, lengan atau tungkai yang mengalami luka
bakar biasanya diletakkan/digantung dalam posisi yang lebih tinggi dari jantung. Pembidaian harus dilakukan pada persendian yang mengalami luka bakar derajat II atau III, karena pergerakan bisa memperburuk keadaan persendian. Mungkin perlu diberikan obat pereda nyeri selama beberapa hari. Pemberian booster tetanus disesuaikan dengan status imunisasi penderita.

Luka Bakar Berat
Luka bakar yang lebih berat dan membahayakan nyawa penderitanya harus
segera ditangani, sebaiknya dirawat di rumah sakit.

Penyakit Kulit Psoriasis

thumbnail

Psoriasis adalah penyakit autoimun yang mengenai kulit, ditandai dengan sisik yang berlapis berwarna keperakan, disertai dengan penebalan warna kemerahan dan rasa gatal atau perih. Bila sisik ini dilepaskan maka akan timbul bintik perdarahan di kulit dibawahnya.

Psoriasis sering timbul di kuku, dimulai dari bintik putih pada kuku sampai ke penebalan kuku, juga mengenai kulit kepala (skalp) ditandai dengan sisik besar dan penebalan dengan warna kemerahan yang akan melewati batas rambut. Selain itu penyakit ini sering mengenai siku dan lutut, walaupun dapat juga mengenai wajah, lipat lutut dan siku, genitalia, telapak tangan dan kaki, sesuai tingkat keparahannya penyakit ini bisa meluas keseluruh tubuh (eritroderma) yang akan menimbulkan kegawatan dan dapat mengancam jiwa.
Psoriasis merupakan inflamasi kronis pada kulit yang sering terjadi.


Penyebab psoriasis belum sepenuhnya dipahami. Ada dua hipotesis utama tentang proses yang terjadi dalam perkembangan penyakit. Yang pertama menganggap psoriasis sebagai terutama gangguan pertumbuhan berlebihan dan reproduksi sel-sel kulit. Masalahnya adalah hanya dipandang sebagai kesalahan dan keratinosit epidermis nya. Hipotesis kedua melihat penyakit sebagai gangguan kekebalan-dimediasi di mana reproduksi berlebihan sel kulit adalah faktor sekunder yang dihasilkan oleh sistem kekebalan tubuh. Sel T (yang biasanya membantu melindungi tubuh terhadap infeksi) menjadi aktif, bermigrasi ke dermis dan memicu pelepasan sitokin (tumor necrosis factor-alfa TNFa, khususnya) yang menyebabkan peradangan dan produksi cepat sel-sel kulit. Hal ini tidak diketahui apa yang memicu aktivasi sel T.

Model kekebalan-dimediasi psoriasis telah didukung oleh pengamatan bahwa obat imunosupresan dapat membersihkan plak psoriasis. Namun, peran sistem kekebalan tubuh tidak sepenuhnya dipahami, dan baru-baru ini dilaporkan bahwa hewan model psoriasis dapat dipicu pada tikus kekurangan sel T. Model binatang, bagaimanapun, hanya mengungkapkan beberapa aspek yang menyerupai psoriasis manusia.

Dikompromikan fungsi penghalang kulit memiliki peran dalam kerentanan psoriasis.

Psoriasis adalah penyakit yang cukup istimewa. Sebagian dari pengalaman orang tentang psoriasis adalah satu di mana hal itu mungkin memperburuk atau memperbaiki tanpa alasan yang jelas. Studi faktor yang terkait dengan psoriasis cenderung didasarkan pada kecil (biasanya rumah sakit berbasis) sampel individu. Studi-studi ini cenderung menderita dari masalah perwakilan, dan ketidakmampuan untuk menggoda keluar asosiasi kausal dalam menghadapi yang lain (mungkin tidak diketahui) faktor intervensi. Temuan yang bertentangan sering dilaporkan. Namun demikian, wabah pertama kadang-kadang dilaporkan stres berikut ini (fisik dan mental), luka kulit, dan infeksi streptokokus. Kondisi yang telah dilaporkan sebagai menyertai memburuknya penyakit ini termasuk infeksi, stres, dan perubahan musim dan iklim. Obat-obatan tertentu, termasuk garam lithium dan beta blocker, telah dilaporkan memicu atau memperburuk penyakit. Konsumsi alkohol berlebihan, merokok dan obesitas dapat memperburuk psoriasis atau membuat manajemen kondisi sulit.

Individu yang menderita dari dampak lanjutan dari Human immunodeficiency virus atau HIV, sering menunjukkan psoriasis. Ini menyajikan sebuah paradoks untuk peneliti sebagai terapi tradisional yang mengurangi jumlah T-sel umumnya menyebabkan psoriasis untuk memperbaiki. Namun, seperti CD4-T-sel yang menurun dengan perkembangan HIV, memburuk psoriasis. Selain itu, HIV biasanya ditandai dengan profil sitokin Th2 yang kuat, sedangkan psoriasis vulgaris dicirikan oleh pola Th1 sekresi kuat. Ini hipotesis bahwa kehadiran CD4-T-your berkurang menyebabkan aktivasi berlebihan dari CD8-T-Sel, yang bertanggung jawab atas eksaserbasi psoriasis pada pasien HIV-positif. Penting untuk diingat bahwa sebagian besar individu dengan psoriasis sehat dan adanya rekening HIV kurang dari 1% kasus. Prevalensi psoriasis pada populasi HIV-positif berkisar dari 1 sampai 6 persen, yaitu sekitar 3 kali lebih tinggi daripada populasi normal.

Psoriasis lebih mungkin terjadi pada kulit kering dibandingkan kulit berminyak atau baik pelembap, dan khususnya setelah cedera kulit eksternal seperti goresan atau dipotong. Hal ini diyakini disebabkan oleh infeksi, di mana organisme penyebab infeksi berkembang dalam kondisi kulit kering dengan minyak kulit minimal, yang dinyatakan melindungi kulit dari infeksi. Kasus untuk psoriasis berlawanan dengan kasus kaki atlet, yang terjadi karena infeksi jamur dalam kondisi basah sebagai lawan kering pada psoriasis. Infeksi ini menyebabkan peradangan, yang menyebabkan gejala-gejala umumnya terkait dengan psoriasis, seperti gatal-gatal dan pergantian kulit cepat, dan menyebabkan kulit kering sebagai organisme penyebab infeksi menyerap kelembaban yang dinyatakan akan pergi ke kulit.

Untuk mencegah kulit kering dan mengurangi gejala psoriasis, disarankan untuk tidak menggunakan lulur mandi, karena mereka tidak hanya merusak kulit dengan meninggalkan goresan-goresan kecil, mereka juga mengikis minyak alami kulit. Disarankan untuk menggunakan bedak bubuk setelah mencuci seperti itu membantu menyerap kelebihan kelembaban yang tidak akan pergi ke agen menginfeksi. Selain itu, pelembab dapat diterapkan untuk melembabkan kulit, dan lotion digunakan untuk meningkatkan fungsi kelenjar minyak kulit.


Epidemiologi Psoriasis
- Penyebaran terjadi di seluruh dunia sekitar 1-2%
- 10-25% pasien mengalami psoriasis arthritis.
- kedua jenis kelamin dengan kemungkinan yang sama.
- Terjadi awal pada usia 20an hingga usia 50an.

Faktor Penyebab Psoriasis
Faktor-faktor yang dapat memicu psoriasis diantaranya adalah :
1. Trauma fisik (Koebner Phenomenon), akibat gesekan atau garukan.
2. Infeksi  : infeksi streptokokus dapat menyebabkan psoriasis gutata
3. Stress : faktor lain yang memicu timbulnya psoriasis yaitu stress, insidensi nya sebanyak 40% dan lebih tinggi lagi pada anak-anak.
4. Obat : obat-obatan yang dapat memicu timbulnya psoriasis yaitu glukokortikoid, lithium, obat antimalaria, dan B blocker.

Klasifikasi Psoriasis
Psoriasis dibagi kedalam beberapa bagian, yaitu :
1. Psoriasis Vulgaris
2. Psoriatik Eritroderma
3. Psoriasis Pustular
4. Psoriasis gutata
5. Fleksural psoriasis

Manifestasi Klinis Psoriasis
Ada 2 tipe utama lesi dari psoriasis yaitu :
a. Tipe inflamatori : manifestasi yang timbul yaitu adanya inflamasi, eruptif, yang kecil. Lesi bisa berbentuk gutata (seperti tetesan air) atau nummular (seperti koin).
b. Tipe plak yang stabil.
Gejala lain yang timbul pada kulit diantaranya gatal (pruritus) terutama di daerah kepala dan anogenital, akantosis, parakeratosis, dan lesi biasanya ditutupi oleh plak berwarna keperakan.

Distribusi dan Letak Predileksi
Ada lokasi-lokasi khusus dimana psoriasis sering terjadi, yaitu :
1. Kepala (scalp) : timbul plak yang berbatas tegas, dengan scaling yang tebal.
2. Telapak tangan dan kaki : adanya plak keabuan yang tebal, hyperkeratosis, dan scaling. deskuamasi menunjukan proses inflamasi.
3. Batang tubuh (trunk) : lesi yang timbul biasanya berbentuk gutata.
4. Wajah : jarang mengenai area ini.

Patogenesis 
Psoriasis merupakan proses inflamasi yang terjadi akibat kelainan sistem imun, hal ini dipengaruhi oleh faktor genetic dan faktor lingkungan. Diketahui bahwa terjadi akumulasi sel CD4+ TH1 dan CD8+ T di lapisan epidermis. Sel T yang ada dilapisan kulit mensekresi sitokin dan growth factor yang menginduksi hiperproliferasi keratinosit yang menyebabkan timbulnya lesi. Lesi yang timbul akibat trauma, prosesnya dikenal sebagai Koebner phenomenon.

Diagnosis Psoriasis
Diagnosis dilakukan dengan :
1. Melakukan anamnesa dan pemeriksaan fisik : pemeriksaan yang dilakukan meliputi seluruh daerah kulit terutama kepala serta kuku. Dilakukan juga pemeriksaan auspitz sign dengan melihat timbulnya bercak darah yang ada dibawah lesi, yang merupakan khas dari psoriasis.
2. Biopsi, walaupun jarang dilakukan.

Dahulu penyakit psoriasis hanya dianggap sebagai kelainan kulit yang tidak dapat disembuhkan, tetapi sekarang ini psoriasis merupakan penyakit inflamasi kulit yang bersifat kronis dan residif sekaligus dapat merusak organ dalam, bahkan penyakit ini memiliki resiko tinggi terjadinya komplikasi terhadap penyakit koroner dan penyakit metabolik lain yang dapat berakibat kematian. Saat ini Mengobati penyakit psoriasis dengan obat dan terapi yang tepat dapat mengontrol penyakit ini hingga minimal atau mengalami remisi yang berlangsung lebih lama sehingga kualitas hidup pasien menjadi lebih baik. Selain itu resiko terkena penyakit metabolik berkurang. Pengobatan untuk pasien psoriasis bergantung pada lokasi, tipe, dan keparahan dari penyakit. Beberapa agen yang sering digunakan yaitu :
a. Agen sistemik :
- Methotrexate, golongan antimetabolit.
- Sintesis retinoid
- siklosporin
b. Analog vitamin D.
c. Sinar UV-B
d. Psoralen PUVA (UV-A) [5]

Batu Saluran Kemih

thumbnail
Batu Saluran Kemih
(Sumber: Pedoman Pengobatan Dasar di Puskesmas 2007)
Definisi Batu Saluran Kemih
Batu di dalam saluran kemih (kalkulus uriner) adalah massa keras seperti batu yang terbentuk di sepanjang saluran kemih dan bisa menyebabkan nyeri, perdarahan, penyumbatan aliran kemih atau infeksi.

Penyebab Batu Saluran Kemih
Banyak faktor yang berpengaruh untuk timbulnya batu dalam saluran kemih, seperti kurang minum, gangguan metabolisme.

Gambaran  klinis Batu Saluran Kemih
- Batu ini bisa terbentuk di dalam ginjal (batu ginjal) maupun di dalam kandung kemih (batu kandung kemih). Proses pembentukan batu ini disebut urolitiasis (litiasis renalis, nefrolitiasis).
- Batu, terutama yang kecil, bisa tidak menimbulkan gejala. Batu di saluran kemih sebelah atas menimbulkan kolik, sedangkan yang di bawah menghambat buang air kecil.
- Batu yang menyumbat ureter, pelvis renalis maupun tubulus renalis bisa menyebabkan nyeri punggung atau kolik renalis (nyeri kolik yang hebat di daerah antara tulang rusuk dan tulang pinggang, yang menjalar ke perut juga daerah kemaluan dan paha sebelah dalam).
- Gejala lainnya adalah mual dan muntah, perut menggelembung, demam, menggigil dan darah di dalam urin. Penderita mungkin menjadi sering buang air kecil, terutama ketika batu melewati ureter.
- Urin sering merah seperti air cucian daging dan pemeriksaan mikroskopis memperlihatkan banyak eritrosit dan kadang ada leukosit.
- Batu bisa menyebabkan infeksi saluran kemih. Jika batu menyumbat aliran kemih, bakteri akan terperangkap di dalam urin yang terkumpul diatas penyumbatan, sehingga terjadilah infeksi.
- Jika penyumbatan ini berlangsung lama, urin akan mengalir balik ke saluran di dalam ginjal, menyebabkan penekanan yang akan menggelembungkan ginjal (hidronefrosis) dan pada akhirnya bisa terjadi kerusakan ginjal.

Diagnosis Batu Saluran Kemih
• Batu yang tidak menimbulkan gejala, mungkin akan diketahui secara tidak sengaja pada pemeriksaan analisa urin rutin (urinalisis).
• Batu yang menyebabkan nyeri biasanya didiagnosis berdasarkan gejala kolik renalis, disertai dengan adanya nyeri tekan di punggung dan selangkangan atau nyeri di daerah kemaluan tanpa penyebab yang jelas.
• Analisa urin mikroskopik bisa menunjukkan adanya darah, nanah atau kristal batu yang kecil. Biasanya tidak perlu dilakukan pemeriksaan lainnya, kecuali jika nyeri menetap lebih dari beberapa jam atau diagnosisnya belum pasti.
• Pemeriksaan tambahan yang bisa membantu menegakkan diagnosis adalah pengumpulan urin 24 jam dan pengambilan contoh darah untuk menilai kadar kalsium, sistin, asam urat dan bahan lainnya yang bisa menyebabkan terjadinya batu.

Penatalaksanaan Batu Saluran Kemih
• Kolik diatasi dengan injeksi spasmolitik : atropin 0.5 - 1 mg i.m untuk dewasa.
• Bila terdapat infeksi perlu diberikan antibiotik : kotrimoksazol 2 x 2 tablet atau amoksisilin 500 mg peroral 3 x sehari untuk dewasa. Atau golongan lain yang bisa dipakai.
• Batu kecil yang tidak menyebabkan gejala penyumbatan atau infeksi, biasanya tidak perlu diobati.
• Minum banyak cairan akan meningkatkan pembentukan urin dan membantu membuang beberapa batu. Jika batu telah terbuang, maka tidak perlu lagi dilakukan pengobatan segera.
• Batu di dalam pelvis renalis atau bagian ureter paling atas yang berukuran 1 sentimeter atau kurang seringkali bisa dipecahkan oleh gelombang ultrasonik (Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy, ESWL). Pecahan batu selanjutnya akan dibuang dalam urin.
• Segera rujuk ke rumah sakit jika terdapat indikasi operasi seperti :
o Batu > 5 mm
o Obstruksi sedang / berat
o Batu di saluran kemih proksimal
o Infeksi berulang
o Selama pengamatan batu tidak dapat turun

Cedera di Kepala

thumbnail
medicastore.com

Cedera kepala merupa kan salah satu  penyebab kematian utama dikalangan usia produktif khususnya di  negara berkembang.  Hal ini  diakibat kan  karena mobilitas yang tinggi di kalangan usia produktif sedangkan kesadaran untuk menjaga keselamatan di jalan masih rendah disamping penanganan pertama yang belum benar-benar rujukan yang terlambat.

Di Amerika  Serikat pada tahun 1990 dilaporkan kejadian cedera kepala 200/100.000 penduduk pertahun. Pada penderita dengan cedera kepala ringan dan sedang hanya 3% -5% yang memerlukan tindakan operasi  kurang  lebi h 40%  dan sisanya dirawat secara konservatif.

Pragnosa pasien cedera kepala akan lebih baik bila penatalaksanaan dilakukan secara tepat dan cepat.
Pasien meninggal karena beberapa faktor yakni  :
•   Prologhipoksia dan  hipotensi
•   Herniasi otak
•   Komplikasi - komplika sisistemik
Pada salah satu studi prospektif dengan CT Scan didapat hasil :
•   Pada cedera kepala berat : 30% CT Scan normal dan 70% abnormal
•   Pada cedera kepala ringan yang pemah mengalami  pingsan: 18% CT  Scan  abnormal
•   5% diantaranya memerlukan tindakan operasi.
•   Pada cedera kepala sedang : 40% CT Scan abnormal dan 8%  memerlukan tindakan operasi.
Dari traumatik kamar data bank ditemukan pada studi 275 pasien dengan hematoma supratentorial didapat: 58%  SDH,  26% IC H clan 16% EDH

Operasi Cedera  Kepala  
Hasil segera yang ingin dicapai dari operasi adalah kembalinya pergeseran garis tengah, kembalinya tekanan intrakranial ke dalam batas normal, kontrol pendarahan dan mencegah perdarahan ulang. lndikasi operasi pada cedera kepala harus mempertimbangkan hal dibawah ini :
•   Status neurologis
•   Status radiologis
•   Pengukuran tekanan intrakranial
Secara umum indikasi operasi pada hematoma intrakranial :
•   Massa hematoma kira-kira 40 cc
•   Masa dengan pergeseran garis tengah lebih dari  5 mm
•   EDH dan SDH ketebalan lebih dari 5 mm dan pergeseran garis tengah dengan GCS 8 atau  kurang.
•   Kontusio cerebri  dengan di ameter 2 cm denga n  efek massa yang jelas atau
pergeseran  garis tengat  lebih dari 5 mm.
•   Pasien – pasien yang menurun kesadarannya di kemudian waktu di sertai perkembangnya
•   tanda-tanda lokal dan peningkatan\tekanan  intraknial  lebih dari 25 mm Hg. Indikasi  Burrhole eksplorasi  dilakukan bila pemeriksaan  CT  Scan tidak  memungkinkan dan didapat :
•   Dilatasi pupil ipsi lateral
•   Hemiparese kontralateral
•   Lucid interval /penurunan GCS tiba- tiba
Indikasi operasi pada fraktur depres :
•   Lebih dari satu tabula
•   Adanya defisit yang berhubungan dengan bagian otak dibawahnya
•   LCS leakage
•   Fraktur depres terbuka
•   Preventif gr owing fracture pada anak.
Dari traumatik koma data bank dit mukan pada studi 275 pasien dengan hematoma tutorial didapat : 58% SDH, 26% ICH dan 16% EDH. 

Buku Pedoman Kesehatan Ibu dan Anak Gratis

thumbnail
Buku Pedoman Kesehatan Ibu dan anak, sekarang dapat anda download gratis, Karena buku ini disediakan cuma-cuma oleh Depkes.go.id.

Buku ini sangat cocok bagi ibu-ibu muda/pemula untuk menjaga keseimbangan gizi anak dan tetap menjaga diri sendiri, agar anak sehat dan ibunya juga tetap sehat.

Bagi anda yang ingin mendowload buku ini, silahkan kunjungi link ini:


Retensio Plasenta (Plasenta Lengket)

thumbnail

Retensio Plasenta adalah terlambatnya kelahiran plasenta selama setengah jam setelah kelahiran bayi, atau 1 -2 jam post partum tanpa perdarahan yang berlebihan jika home birth Plasenta harus dikeluarkan karena dapat menimbulkan bahaya perdarahan dan infeksi. Panjang rata-rata waktu untuk kelahiran plasenta normal dalam homebirth saat menyusui bayi yang baru lahir pada persalinan berkisar dari 15 menit hingga 45 menit.

Mendorong atau memicu lahirnya plasenta bisa dengan atur posisi jongkok, pengosongan kandung kemih, berjalan, tetap dalam posisi tegak, dll. Dan Cara mudah untuk mendorong plasenta untuk memisahkan diri dengan rahim adalah dengan mencium dan menyusui bayi Anda, karena stimulasi puting melepaskan hormon hormon oksitosin yang akan membantu rahim Anda berkontraksi. MEMBANTU dengan pemberian Homeophatic.

Beberapa obat homeopati ini dapat membantu kontraksi rahim dan melepaskan plasenta dari rahim.
Obat khusus yang diberikan setiap 5 menit hingga 10 dosis: Pulsatilla 30C perdarahan Intermiten, retensi urin, perut bagian bawah panas, merah, sakit, dan menyakitkan untuk disentuh. Namun jika Meskipun semua upayaalami sudah dilakukan dan plasenta tetap belum dapat dilahirkan maka ada kemungkinan terjadi perlengketan pada plasenta dan harus di lakukan manual plasenta.

Nah jenis-jenis perlengketan plasenta ada beberapa macam dan tingkatan. Berikut ini jenis dan macamnya:

Plasenta adhesiva, Adalah implantasi yang kuat dari jonjot korion plasenta sehingga menyebabkan kegagalan mekanisme separasi fisiologis.
Plasenta akreta, Adalah implantasi jonjot korion plasetita hingga memasuki sebagian lapisan miornetrium.
Plasenta inkreta, Adalah implantasi jonjot korion plasenta hingga mencapai / memasuki miornetnum.
Plasenta perkreta, Adalah implantasi jonjot korion plasenta yang menembus lapisan otot hingga mencapai lapisan serosa dinding uterus.
Plaserita inkarserata, Adalah tertahannya plasenta di dalam kavum utrri disebabkan oleh kontriksi osteuni uteri.

Kejadian retensio plasenta berkaitan dengan :
Grandemultipara (anak lebih dari 5) dengan implantasi plasenta dalam bentuk plasenta adhesive. plasenta akreta. Plasenta inkreta dan plasenta perkreta.
kontraksi otot rahim yang tidak bagus dan menimbulkan perdarahan.
Retensio plasenta tanpa perdarahan dapat diperkirakan :
 Darah penderita terlalu banyak hilang.
 Keseimbangan baru berbentuk bekuan darah, sehingga perdarahan tidak terjadi.
 Kemungkinan implantasi plasenta terlalu dalam.
Plasenta manual dengan segera dilakukan :
 Terdapat riwayat perdarahan postpartum berulang.
 Terjadi perdarahan postpartum melebihi 400 cc
 Pada pertolongan persalinan dengan narkosa.
 Plasenta belum lahir setelah menunggu selama setengah jam.
plasenta manual dalam keadaan darurat dengan indikasi perdarahan di atas 400 cc dan teriadi retensio plasenta (setelah menunggu ½ jam). Seandainya masih terdapat kesempatan penderita retensio plasenta dapat dikirim ke puskesmas atau rumah sakit sehingga mendapat pertolongan yang adekuat. Atau dilakukan manual plasenta sendiri dengan cara dan pedoman yang akan bi bahas di bawah ini.

Manual plasenta adalah upaya melepaskan plasenta dengan cara manual yaitu dengan memasukkan tangan dan “menyisiri” serta melepaskan plasenta yang lengket di dinding rahim dengan cara manual. Prosedur ini relatif sederhana. Bidan harus mengenakan sarung tangan steril hingga ke siku-, antiseptik di tuangkan atas tangan bersarung dan memasukkan tangannya melalui vagina dan masuk ke ostium uteri. Sedangkan tangan yang lain fundus untuk menjaga rahim.

Servicitis

thumbnail

Servicitis
Serviks uteri adalah penghalang penting bagi masuknya kuman-kuman kedalam genitalia interna, dalam hubungan ini seorang nullipara dalam keadaan normal kanalis servikalis bebas kuman. Pada multipara dengan ostium uteri eksternum sudah lebih terbuka, batas keatas dari daerah bebas kuman ialah ostium uteri internum sehingga lebih rentan terjadinya infeksi oleh berbagai kuman yang masuk dari luar ataupun oleh kuman endogen itu sendiri. Jika serviks sudah terinfeksi maka akan mempermudah pula tetjadinya infeksi pada alat genitalia yang lebih tinggi lagi seperti, uterus, tuba atau bahkan sampai ke ovarium dan karena itu fungsi genitalia sebagai alat reproduksi bisa terganggu atau bahkan tidak bisa difungsikan.

SERVICITIS
Serviks uteri adalah penghalang penting bagi masuknya kuman-kuman kedalam genitalia interna, dalam hubungan ini seorang nullipara dalam keadaan normal kanalis servikalis bebas kuman. Pada multipara dengan ostium uteri eksternum sudah lebih terbuka, batas keatas dari daerah bebas kuman ialah ostium uteri internum. Radang pada serviks uteri bisa terdapt pada portio uteri diluar ostium uteri eksternum dan atau pada endoserviks uteri. Pada beberapa penyakit kelamin, seperti gonoroe, sifilis, ulkus mole, dan granuloma inguinale serta pada tuberculosis dapat ditemukan radang pada serviks.

DEFENISI
Servisitis adalah peradangan dari selaput lendir dari kanalis servikalis. karena epitel selaput lendir kanalis servikalis hanya terdiri dari satu lapisan sel selindris sehingga lebih mudah terinfeksi disbanding selaput lendir vagina. ( gynekologi . FK UNPAD, 1998 ). Juga merupakan :
Ø  Infeksi non spesifik dari serviks
Ø  Erosi ringan ( permukaan licin ), erosi kapiler ( permukaan kasar ), erosi folikuler ( kistik )
Ø  Biasanya terjadi pada serviks bagian posterior

ETIOLOGI
Servisitis disebabkan oleh kuman-kuman seperti : trikomonas vaginalis, kandida dan mikoplasma atau mikroorganisme aerob dan anaerob endogen vagina seperti streptococcus, enterococus, e.coli, dan stapilococus . kuman-kuman ini menyebabkan deskuamasi pada epitel gepeng dan perubahan inflamasi kromik dalam jaringan serviks yang mengalami trauma.
Dapat juga disebabkan oleh robekan serviks terutama yang menyebabkan ectropion, alat-alat atau alat kontrasepsi, tindakan intrauterine seprti dilatasi, dan lain-lain.

GEJALA KLINIS
a.    Flour hebat, biasanya kental atau purulent dan biasanya berbau
b.    Sering menimbulkan erusio ( erythroplaki ) pada portio yang tampak seperti daerah merah menyala.
c.    Pada pemeriksaan inspekulo kadang-kadang dapat dilihat flour yang purulent keluar dari kanalis servikalis. Kalau portio normal tidak ada ectropion, maka harus diingat kemungkinan gonorroe
d.    Sekunder dapat terjadi kolpitis dan vulvitis
e.    Pada servisitis kroniks kadang dapat dilihat bintik putih dalam daerah selaput lendir yang merah karena infeksi. Bintik-bintik ini disebabkan oleh ovulonobothi dan akibat retensi kelenjer-kelenjer serviks karena saluran keluarnya tertutup oleh pengisutan dari luka serviks atau karena peradangan.
f.      Gejala-gejala non spesifik seperti dispareuni, nyeri punggung, dan gangguan kemih
g.    Perdarahan saat melakukan hubungan seks

KLASIFIKASI
a.  Servisitis Akuta
Infeksi yang diawali di endoserviks dan ditemukan pada gonorroe, infeksi postabortum, postpartum, yang disebakan oleh streptococcus, sthapilococus, dan lain-lain. Dalam hal ini streptococcus merah dan membengkak dan mengeluarkan cairan mukopurulent, akan tetapi gejala-gejala pada serviks biasanya tidak seberapa tampak ditengah-tengah gejala lain dari infeksi yang bersangkutan.
Pengobatan diberikan dalam rangka pengobatan infeksi tersebut. Penyakitnya dapat sembuh tanpa bekas atau dapat menjadi kronika.
b.  Servisitis Kronika
Penyakit ini dijumpai pada sebagisn wanita yang pernah melahirkan. Luka-luka kecil atau besar pada servik karena partus atau abortus memudahkan masuknya kuman-kuman kedalam endoserviks serta keleenjer-kelenjernya sehingga menyebabkan infeksi menahun.
Beberapa gambaran patologis dapat ditemukan :
1)  Serviks kelihatan normal, hanya pada pemeriksaan mikroskopis ditemukan infiltrasi leukosit dalam stroma endoserviks. Servicitis ini menimbulkan gejala, kecuali pengeluaran secret yang agak putih-kuning.
2)  Di sini ada portio uteri disekitar ostium uteri eksternum, tampak daerah kemerah-merahan yang tidak dipisahkan secara jelas dari epitel porsio disekitarnya, secret yang dikeluarkan terdiri atas mucus bercampur nanah.
3)  Sobeknya pada serviks uteri disini lebih luas dan mukosa endoserviks lebih kelihatan dari luar (ekstropion). Mukosa dalam keadaan demikian mudah terkena infeksi dari vagina. Karena radang menahun, serviks bisa menjadi hipertropis dan mengeras, secret mukopurulent bertambah banyak.

6.   PEMERIKSAAN KHUSUS:
a.    Pemeriksaan dengan speculum
b.    Sediaan hapus untuk biakan dan tes kepekaan
c.    Pap smear
d.    Biakan damedia
e.    Biopsy

PENATALAKSANAAN
a. Antibiotika terutama kalau dapat ditemukan gonococcus dalam secret
b. Kalau cervicitis tidak spesifik dapat diobati dengan rendaman dalam AgNO3 10 % dan irigasi.
c. Cervicis yang tak mau sembuh ditolong operatif dengan melakukan konisasi, kalau sebabnya ekstropion dapat dilakukan lastik atau amputasi.
d. Erosion dapat disembuhkan dengan obat keras seperti, AgNO3 10 % atau Albothyl yang menyebabkan nekrose epitel silindris dengan harapan bahwa kemudian diganti dengan epitel gepeng berlapis banyak
e. Servisitis kronika pengobatannya lebih baik dilakukan dengan jalan kauterisasi-radial dengan termokauter atau dengan krioterapi.

PROGNOSIS:
a. Biasanya baik
b. Dapat kambuh

Saran
1) Diharapkan wanita terutama yang beresiko tinggi terkena penyakit tersebut memahami dan mengerti mengenai penyakit tersebut sehingga bisa dilakukan penanganan lebih awal dan menghindar terjadinya kegawatan. Wanita yang tidak beresiko juga menghindari terjangkitnya penyakit ini.
2) Bidan harus memberikan asuhan yang berkualitas untuk menghindari angka kesakitan.

Hordeolum

thumbnail
Hordeolum
(Sumber: Pedoman Pengobatan Dasar di Puskesmas 2007)

Definisi Hordeolum
Hordeolum adalah suatu infeksi pada satu atau beberapa kelenjar di tepi atau di bawah kelopak mata. Bisa terbentuk lebih dari 1 hordeolum pada saat yang bersamaan. Hordeolum biasanya muncul dalam beberapa hari dan bisa kambuh secara spontan.

Penyebab Hordeolum
Hordeolum adalah infeksi akut pada kelenjar minyak di bawah kelopak mata yang disebabkan oleh bakteri dari kulit (biasanya di sebabkan oleh bakteri stafilokokus). Hordeolum sama dengan jerawat kulit. Kadang timbul bersamaan dengan atau sesudah blefaritis, bisa juga secara berulang.

Gambaran klinik Hordeolum
− Biasa berawal dengan kemerahan, nyeri bila ditekan dan nyeri pada tepi kelopak mata.
− Mata mungkin berair, peka terhadap cahaya terang dan penderita merasa ada sesuatu di dalam matanya. Biasanya hanya sebagian kecil di daerah kelopak yang membengkak, meskipun ada seluruh  kelopak membengkak.
− Di tengah daerah yang membengkak sering kali terlihat bintik kecil yang berwarna kekuningan.
− Bisa terbentuk abses yang cenderung pecah dan melepaskan sejumlah nanah.

Diagnosis Hordeolum
Ditegakkan berdasarkan gejala dan pemeriksaan fisik.

Penatalaksanaan Hordeolum
− Hordeolum bisa diobati dengan kompres hangat selama 10 menit sebanyak
4 x sehari. Jangan mencoba memecahkan hordeolum, biarkan pecah sendiri.
− Salep mata sulfasetamide 10%, 4 kali sehari selama 7 hari atau
− Salep polymyxin bacitracin, 4 kali sehari selama 10 hari
− Tetes mata antibiotik dapat digunakan, tetapi memerlukan dosis yang lebih
sering. Setiap 3 – 4 jam, dan biasanya kurang efektif.

Pencegahannya adalah selalu mencuci tangan terlebih dahulu sebelum menyentuh di sekitar mata. Bersihkan minyak yang berlebihan di tepi kelopak mata secara perlahan.

Sistitis Akut

thumbnail
Sistitis Akut
(Sumber: Pedoman Pengobatan Dasar di Puskesmas 2007)

Definisi Sistitis Akut
Sistitis adalah infeksi pada kandung kemih. Infeksi kandung kemih umumnya terjadi pada wanita, terutama pada masa reproduktif. Beberapa wanita menderita infeksi kandung kemih secara berulang.

Penyebab Sistitis Akut
E.coli (organisme paling sering, pada 80 – 90% kasus); Juga Klebsiella, Pseudomonas, grup B Streptococcus dan Proteus mirabilis

Gambaran Klinik Sistitis Akut
− Infeksi kandung kemih biasanya menyebabkan desakan untuk buang air kecil dan rasa terbakar atau nyeri selama buang air kecil.
− Nyeri biasanya dirasakan diatas tulang kemaluan dan sering juga dirasakan di punggung sebelah bawah.
− Gejala lainnya adalah nokturia (sering buang air kecil di malam hari).
− Urin tampak berawan dan mengandung darah.
− Kadang infeksi kandung kemih tidak menimbulkan gejala dan diketahui pada saat pemeriksaan urin (urinalisis untuk alasan lain.)
− Sistitis tanpa gejala terutama sering terjadi pada usia lanjut, yang bisa menderita inkontinensia uri sebagai akibatnya.

Diagnosis Sistitis Akut
− Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejalanya yang khas.
− Diambil contoh urin aliran tengah (midstream), agar urin tidak tercemar oleh bakteri dari vagina atau ujung penis. Urin kemudian diperiksa dibawah mikroskop untuk melihat adanya sel darah merah atau sel darah putih atau zat lainnya.
− Dilakukan penghitungan bakteri dan dibuat biakan untuk menentukan jenis bakterinya. Jika terjadi infeksi, maka biasanya satu jenis bakteri ditemukan dalam jumlah yang banyak.
− Pada pria, urin aliran tengah biasanya cukup untuk menegakkan diagnosis. Pada wanita, contoh urin ini kadang dicemari oleh bakteri dari vagina, sehingga perlu diambil contoh urin langsung dari kandung kemih dengan menggunakan kateter.
− Pemeriksaan lainnya yang dilakukan untuk membantu menegakkan diagnosis sistitis adalah:
§ Rontgen, untuk menggambarkan ginjal, ureter dan kandung kemih
§ Sistouretrografi, untuk mengetahui adanya arus balik urin dari kandung kemih dan penyempitan uretra
§ Uretrogram retrograd, untuk mengetahui adanya penyempitan, divertikula
§ Sistoskopi, untuk melihat kandung kemih secara langsung dengan serat
optik.

Penatalaksanaan Sistitis Akut dan Pengobatan Sistitis Akut:
− Pada usia lanjut, infeksi tanpa gejala biasanya tidak memerlukan pengobatan.
− Untuk sistitis ringan, langkah pertama yang bisa dilakukan adalah minum banyak cairan. Aksi pembilasan ini akan membuang banyak bakteri dari tubuh, bakteri yang tersisa akan dilenyapkan oleh pertahanan alami tubuh.
− Pemberian antibiotik peroral seperti kotrimoksazol atau siprofloksasin selama
5 hari biasanya efektif, selama belum timbul komplikasi.
− Jika infeksinya kebal, biasanya antibiotik diberikan selama 7 – 10 hari.
− Untuk meringankan kejang otot bisa diberikan atropin.
− Gejalanya seringkali bisa dikurangi dengan membuat suasana urin menjadi basa, yaitu dengan meminum baking soda yang dilarutkan dalam air.
− Pembedahan dilakukan untuk mengatasi penyumbatan pada aliran kemih (uropati obstruktif) atau untuk memperbaiki kelainan struktur yang menyebabkan infeksi lebih mudah terjadi.
− Biasanya sebelum pembedahan diberikan antibiotik untuk mengurangi
resiko penyebaran infeksi ke seluruh tubuh.

Glaukoma

thumbnail
Glaukoma
(Sumber: Pedoman Pengobatan Dasar di Puskesmas 2007)

Definisi Glaukoma
Glaukoma adalah suatu gejala dari kumpulan penyakit yang menyebabkan suatu resultan yakni meningkatnya tekanan intra okuler yang cukup untuk menyebabkan degenerasi optik disk atau kelainan lapang pandang.

Penyebab Glaukoma
Meningkatnya tekanan intra okuler. Harus dibedakan dengan hipertensi okuler yaitu suatu keadaan dimana tekanan intraokuler meninggi tanpa kerusakan pada optik disk dan kelainan lapang pandang.

Gambaran Klinis Glaukoma   
Glaukoma dapat diklasifikasikan sebagai berikut :
1. Glaukoma Primer
a. Glaukoma primer sudut terbuka (simple glaucoma, wide angle glaucoma, chronic simple glaucoma) adalah jenis glaukoma yang paling sering ditemukan.
b. Glaukoma primer sudut tertutup (narrow angle glaucoma, closed angle glaucoma, acute congestive glaucoma).
2. Glaukoma Kongenital
a. Glaukoma kongenital primer atau infantil (Buftalmos)
b. Glaukoma yang menyertai kelainan kongenital
3. Glaukoma Sekunder
4. Glaukoma Absolut
Pada glaukoma akut kongestif (terjadinya serangan) harus diberi perawatan yang secepat-cepatnya karena terlambatnya perawatan dapat mempercepat memburuknya tajam penglihatan dan lapang pandang.
Glaukoma akut kongestif sering diduga / didiagnosa sebagai konjungtivitis karena mata terlihat merah. Pada glaukoma akut akan terlihat adanya injeksi konjungtiva, injeksi silier, pupil melebar / mid dilatasi, reflek kurang. Pemeriksaan pengukuran tekanan bola mata dengan tonometri akan didapatkan nilai yang tinggi (normal 10 –20 mmHg).

Diagnosis Glaukoma
Mata merah, pupil lebar, reflek kurang, kornea agak keruh, tanpa kotoran mata dengan keluhan nyeri kepala dan visus menurun dan biasanya satu mata adalah Glaukoma.

Kelainan tersebut jangan didiagnosis sebagai konjungtivitis. Tanda konjungtivitis adalah mata merah (biasanya dua mata), terdapat kotoran mata, tidak nyeri kepala, visus tidak menurun, pupil tidak lebar dan tidak berakibat kebutaan. Glaukoma akut kongestif sangat berbahaya dan berakibat kebutaan total yang tidak dapat diobati.

Penatalaksanaan Glaukoma
Dengan keterbatasan ketenagaan dan peralatan, maka penanggulangan glaukoma yang mungkin dilakukan di Puskesmas adalah glaukoma akut kongestif, dengan pemberian :
a. Timolol 0,5% dengan dosis 2 x sehari
b. Pilokarpin 2 – 4% tiap 2 jam
c. Acetazolamide 250 mg 3 x sehari
d. Analgetik sistemik
Pengobatan simptomatik dengan gejala yang ada dan segera rujuk ke spesialis mata untuk tindakan selanjutnya.

Keracunan Jengkol

thumbnail
Keracunan Jengkol
(Sumber: Pedoman Pengobatan Dasar di Puskesmas 2007)

Definisi Keracunan Jengkol
Keracunan akibat terjadinya pengendapan kristal asam jengkol di saluran kemih. Ciri orang yang rentan pengendapan kristal asam jengkol ini belum dapat ditentukan.

Penyebab Keracunan Jengkol
Asam Jengkolat

Gambaran Klinis Keracunan Jengkol
− Bau khas jengkol tercium dari mulut dan urin penderita.
− Timbul kolik ginjal seperti pada batu ginjal.
− Penderita mengeluh nyeri sewaktu buang air kecil.
− Urin penderita merah karena darah (hematuria). Secara mikroskopis, selain eritrosit tampak kristal asam jengkol seperti jarum.
− Dalam keadaan berat terdapat anuria dan mungkin penderita pingsan karena menahan sakit.

Diagnosis Keracunan Jengkol
Hematuria, nyeri pada saat buang air kecil.

Penatalaksanaan Keracunan Jengkol
− Keracunan ringan dapat diobati dengan minum banyak dan pemberian Na. bikarbonat 2 g 4 x sehari peroral sampai gejala hilang.
− Pada keracunan berat dengan anuria penderita perlu dirujuk.

Tekanan Darah Tinggi (Hipertensi)

thumbnail
Tekanan Darah Tinggi (Hipertensi)
(Sumber: Pedoman Pengobatan Dasar di Puskesmas 2007)

Definisi Tekanan Darah Tinggi (Hipertensi)
Tekanan Darah Tinggi (hipertensi) adalah suatu peningkatan tekanan darah di dalam arteri. Secara umum, hipertensi merupakan suatu keadaan tanpa gejala, dimana tekanan yang abnormal tinggi di dalam arteri menyebabkan meningkatnya resiko terhadap stroke, aneurisma, gagal jantung, serangan jantung dan kerusakan ginjal.

Penyebab Tekanan Darah Tinggi (Hipertensi)
1. Hipertensi primer : 90 – 95% tidak diketahui penyebabnya
2. Hipertensi sekunder : 5 – 10 %
− beberapa perubahan pada jantung dan pembuluh darah kemungkinan bersama-sama menyebabkan meningkatnya tekanan darah.
− penyakit ginjal
− kelainan hormonal atau pemakaian obat tertentu (misalnya pil KB).
− feokromositoma, yaitu tumor pada kelenjar adrenal yang menghasilkan hormon epinefrin (adrenalin) atau norepinefrin (noradrenalin).
− Kegemukan (obesitas), gaya hidup yang tidak aktif (malas berolah raga), stres, alkohol atau garam dalam makanan
− Stres cenderung menyebabkan kenaikan tekanan darah untuk sementara waktu, jika stres telah berlalu, maka tekanan darah biasanya akan kembali normal.

Gambaran Klinik Tekanan Darah Tinggi (Hipertensi)
− Tekanan darah dan jika pada pengukuran pertama memberikan hasil yang tinggi, maka tekanan darah diukur kembali dan kemudian diukur sebanyak 2 kali pada 2 hari berikutnya untuk meyakinkan adanya hipertensi. Hasil pengukuran bukan hanya menentukan adanya tekanan darah tinggi, tetapi juga digunakan untuk menggolongkan beratnya hipertensi.
− Klasifikasi Tekanan Darah Pada Dewasa
Ukuran tekanan darah tinggi, Hipertensi

Diagnosis Hipertensi
Tekanan darah diukur setelah seseorang duduk / berbaring 5 menit. Apabila pertama kali diukur tinggi (• 140/90 mmHg) maka pengukuran diulang 2 x pada 2 hari berikutnya untuk meyakinkan adanya hipertensi.

Penatalaksanaa Hipertensi
1. Langkah  awal biasanya adalah mengubah pola hidup penderita:
• Menurunkan berat badan sampai batas ideal.
• Mengubah pola makan pada penderita diabetes, kegemukan atau kadar kolesterol darah tinggi.
• Mengurangi pemakaian garam sampai kurang dari 2,3 gram natrium atau
6 gram natrium klorida setiap harinya (disertai dengan asupan kalsium, magnesium dan kalium yang cukup) dan mengurangi alkohol.
• Olah raga aerobik yang tidak terlalu berat.
• Penderita hipertensi esensial tidak perlu membatasi aktivitasnya selama tekanan darahnya terkendali.
• Berhenti merokok.
2. Terapi obat pada hipertensi dimulai dengan salah satu obat berikut ini:
a. Hidroklorotiazid (HCT) 12,5 – 25 mg perhari dosis tunggal pada pagi hari (Pada hipertensi dalam kehamilan, hanya digunakan bila disertai hemokonsentrasi / udem paru)
b. Reserpin 0,1 – 0,25  mg sehari sebagai dosis tunggal
c. Propanolol mulai dari 10 mg 2 x sehari dapat dinaikkan 20 mg 2 x sehari. (Kontra indikasi untuk penderita asma).
d. Kaptopril 12,5 – 25 mg 2 – 3 x sehari. (Kontraindikasi pada kehamilan selama janin hidup dan penderita asma).
e. Nifedipin mulai dari 5mg 2 x sehari, bisa dinaikkan 10 mg 2 x sehari

GASTRITIS

thumbnail
GASTRITIS
(Sumber: Pedoman Pengobatan Dasar di Puskesmas 2007)
Definisi Gastritis
Nyeri epigastrium yang hilang timbul / menetap dapat disertai dengan mual / muntah.

Peyebab Gastritis
Penyebab utama gastritis adalah iritasi lambung misalnya oleh makanan yang merangsang asam lambung, alkohol, obat atau stres. Pada keadaan ini terjadi gangguan keseimbangan antara produksi asam lambung dan daya tahan mukosa. Penyakit sistemik, kebiasaan merokok, infeksi kuman Helicobacter pilori juga berperan dalam penyakit ini.

Gambaran Klinis Gastritis
- Penderita biasanya mengeluh perih atau tidak enak di ulu hati.
- Gastritis erosif akibat obat sering disertai pendarahan.
- Nyeri epigastrium, perut kembung, mual, muntah tidak selalu ada.

Diagnosis Gastritis
Nyeri ulu hati, mual / muntah, kembung dll.

Penatalaksanaan Gastritis
- Penderita gastritis akut memerlukan tirah baring. Selanjutnya ia harus membiasakan diri makan teratur dan menghindarkan makanan yang merangsang.
- Keluhan akan segera hilang dengan antasida (Al. Hidroksida, Mg Hidroksida) yang diberikan menjelang tidur, pagi hari, dan diantara waktu makan.
- Bila muntah sampai mengganggu dapat diberikan tablet metoklopramid 10 mg, 1 jam sebelum makan.
- Bila nyeri hebat dapat dikombinasikan dengan simetidin 200 mg 2 x sehari atau ranitidin 150 mg 2 x sehari
- Penderita dengan tanda pendarahan seperti hematemesis atau melena perlu segera dirujuk ke rumah sakit karena kemungkinan terjadi pendarahan pada tukak lambung yang dapat menjadi perforasi.

Salpingitis

thumbnail

Salpingitis

Definisi Salpingitis
Infeksi saluran tuba uterina

Penyebab Salpingitis
Salpingitis akut kebanyakan disebabkan oleh infeksi gonore. Salpingitis kronik dapat berbentuk sebagai piosalping, hidrosalping atau salpingitis ismika nodosa. Pada salpingitis akut perlu dipikirkan kemungkinan kehamilan ektopik atau apendisitis sebagai Diagnosis banding.

Gambaran Klinis Salpingitis
− Penderita mengeluh nyeri perut bagian bawah, unilateral atau bilateral. Nyeri ini bertambah pada gerakan.
− Kadang terdapat perdarahan di luar siklus dan secret vagina berlebihan.
− Pada yang akut terdapat demam yang kadang disertai keluhan menggigil.
− Terdapat nyeri tekan di abdomen bagian bawah disertai nyeri pada pergerakan serviks. Parametrium nyeri unilateral atau bilateral.

Diagnosis Salpingitis
Nyeri tekan dan kaku daerah tuba pada pemeriksaan dalam ginekologi.

Penatalaksanaan Salpingitis
− Pasien dianjurkan untuk tirah baring pada posisi Fowler.
− Berikan antibiotika spektrum luas dalam dosis yang tinggi:
§ Ampisilin 2 g i.v, kemudian 1 g setiap 6 jam
§ ditambah Gentamisin 5 mg/kgBB i.v dosis tunggal/hari dan Metronidazol 500 mg i.v setiap 8 jam.
§ Lanjutkan antibiotika ini sampai pasien tidak panas selama 24 jam.
− Pilihan lain Ampisilin 3,5 gram per oral, disusul dengan 500 mg 4 x sehari selama 7 – 10 hari. Probenesid 1 gram sehari diberikan per oral baik pada alternatif pertama maupun kedua.
− Pilihan lain : Doksisiklin 100 mg 2 x sehari selama 10 hari.
− Jika pasien menggunakan AKDR, maka AKDR tersebut harus dicabut.
− Jika tata laksana ini tidak menolong, pasien sebaiknya dirujuk.

Atonia Uteri

thumbnail
Atonia Uteri

Pengertian Atonia Uteri
Atonia uteri (relaksasi otot uterus) adalah uteri tidak berkontraksi dalam 15 detik setelah dilakukan pemijatan fundus uteri(plasenta telah lahir). Atonia uteri adalah kegagalan serabut-serabut otot myometrium uterus untuk berkontraksi dan memendek. Atonia Uteri adalah suatu kondisi dimana Myometrium tidak dapat berkontraksi dan bila ini terjadi maka darah yang keluar dari bekas tempat melekatnya plasenta menjadi tidak terkendali.

Faktor Penyebab Terjadinya Atonia Uteri
Beberapa faktor Predisposisi yang terkait dengan perdarahan pasca persalinan yang disebabkan oleh Atonia Uteri, diantaranya adalah :
1.      Uterus membesar lebih dari normal selama kehamilan, diantaranya :
·            Jumlah air ketuban yang berlebihan (Polihidramnion)
·            Kehamilan gemelli
·            Janin besar (makrosomia)
2.      Kala satu atau kala 2 memanjang
3.      Persalinan cepat (partus presipitatus)
4.      Persalinan yang diinduksi atau dipercepat dengan oksitosin
5.      Infeksi intrapartum
6.      Multiparitas tinggi
7. magnesium sulfat yang digunakan untuk mengendalikan kejang pada   preeklamsia atau eklamsia.
8. umur yang terlalu tua atau terlalu muda(<20 tahun dan >35 tahun)
         
Atonia Uteri juga dapat timbul karena salah penanganan kala III persalinan, dengan memijat uterus dan mendorongnya ke bawah dalam usaha melahirkan plasenta, sedang sebenarnya belum terlepas dari uterus.

Manifestasi Klinis
1.      Uterus tidak berkontraksi dan lembek
2.      Perdarahan segera setelah anak lahir (post partum primer)

Tanda dan gejala atonia uteri
      1. perdarahan pervaginam
          Perdarahan yang sangat banyak dan darah tidak merembes. Peristiwa sering terjadi pada kondisi ini adalah darah keluar disertai gumpalan disebabkan tromboplastin sudah tidak mampu lagi sebagai anti pembeku darah
       2. konsistensi rahim lunak
          Gejala ini merupakan gejala terpenting/khas atonia dan yang membedakan atonia dengan penyebab perdarahan yang lainnya
       3. fundus uteri naik  
       4. terdapat tanda-tanda syok
    a. nadi cepat dan lemah (110 kali/ menit atau lebih)
    b. tekanan darah sangat rendah : tekanan sistolik < 90 mmHg
    c. pucat
    d. keriangat/ kulit terasa dingin dan lembap
    e. pernafasan cepat frekuensi30 kali/ menit atau lebih
    f. gelisah, binggung atau kehilangan kesadaran
    g. urine yang sedikit ( < 30 cc/ jam)                    

Diagnosis Atonia Uteri
Diagnosis ditegakan bila setelah bayi dan plasenta lahir  ternyata perdarahan masih aktif dan banyak, bergumpal dan pada palpasi didapatkan fundus uteri masih setinggi pusat atau lebih dengan kontraksi yang lembek. Perlu diperhatikan bahwa pada saat atonia uteri didiagnosis, maka pada saat itu juga masih ada darah sebanyak 500-1000 cc yang sudah keluar dari pembuluh darah, tetapi masih terperangkap dalam uterus dan harus diperhitungkan dalam kalkulasi pemberian darah pengganti.

Pencegahan Atonia Uteri
Pemberian oksitosin rutin pada kala III dapat mengurangi risiko perdarahan pospartum lebih dari 40%, dan juga dapat mengurangi kebutuhan obat tersebut sebagai terapi. Manajemen aktif kala III dapat mengurangi jumlah perdarahan dalam persalinan, anemia, dan kebutuhan transfusi darah.
Kegunaan utama oksitosin sebagai pencegahan atonia uteri yaitu onsetnya yang cepat, dan tidak menyebabkan kenaikan tekanan darah atau kontraksi tetani seperti ergometrin. Pemberian oksitosin paling bermanfaat untuk mencegah atonia uteri. Pada manajemen kala III harus dilakukan pemberian oksitosin setelah bayi lahir. Aktif protokol yaitu pemberian 10 unit IM, 5 unit IV bonus atau 10-20 unit per liter IV drip 100-150 cc/jam.
Analog sintetik oksitosin, yaitu karbetosin, saat ini sedang diteliti sebagai uterotonika untuk mencegah dan mengatasi perdarahan pospartum dini. Karbetosin merupakan obat long-acting dan onset kerjanya cepat, mempunyai waktu paruh 40 menit dibandingkan oksitosin 4-10 menit. Penelitian di Canada membandingkan antara pemberian karbetosin bolus IV dengan oksitosin drip pada pasien yang dilakukan operasi sesar. Karbetosin ternyata lebih efektif dibanding oksitosin.

TINDAKAN SEGERA
Pantau keadaan ibu dan tanda- tanda vital ibu untuk mencegah terjadinya tanda dan gejala syok
Masase fundus uteri dan merangsang puting susu
Pemberian oksitosin dan turunan ergot melalui suntikan secara IM,IV,atau SC
Memberikan drivat prostaglandin F2a ( carboprost tromethamine ) yang kadang memberikan efek samping berupa diare, hipertensi, mual muntah, febris, dan taki kardia.
Pemberian misoprostol 800-1000ug per rectal
Lakukan kompresi bimanual internal
Ajarkan keluraga cara Kompresi bimanual eksternal
Kompresi aorta abdominalis
Pasang infuse RL untuk mencegah dehidrasi pada ibu akibat perdarahan yang di alami
Jika perdarahan tidak berhenti segera rujuk pasien ke fasilitas yang lebih memadai untuk menghidari terjadinya komplikasi yang lebih berat yang akan berujung pada kematian, disertai inform consent.

Sistomiasis

thumbnail


Sistomiasis
(Sumber: Pedoman Pengobatan Dasar di Puskesmas 2007)
nhs.uk

Definisi Sistomiasis
Sistomiasis merupakan penyakit parasit (cacing) menahun yang hidup di dalam pembuluh darah vena, sistem peredaran darah hati, yaitu pada sistem vena porta, mesenterika superior. Dalam siklus hidupnya cacing ini memerlukan hospes perantara sejenis keong Oncomelania hupensis lindoensis yang bersifat amfibi.

Penyebab Sistomiasis
Cacing trematoda. Penyakit ini ditularkan melalui bentuk infektif larvanya yang disebut sekaria yang sewaktu-waktu keluar dari keong tersebut di atas. Larva ini akan masuk ke dalam tubuh manusia melalui pori-pori kulit yang kontak dengan air yang mengandung sekaria. Penyakit ini telah lama diketahui terdapat di Indonesia, pertama kali dilaporkan pada tahun 1937 oleh Brug dan Tesch. Adapun cacing penyebabnya adalah Scistosoma japonicum. Daerah endemis sistosomiasis di Indonesia sampai saat ini terbatas pada daerah Lindu, Napu, dan
Besoa di Propinsi Sulawesi Tengah.

Gambaran Klinis Sistomiasis
- Masa tunas 4 – 6 minggu.
- Penderita memperlihatkan gejala umum berupa demam, urtikaria, mual, muntah, dan sakit perut. Kadang dijumpai sindrom disentri.
- Dermatitis sistosoma terjadi karena serkaria menembus ke dalam kulit.
- Pada tingkat lanjut telur yang terjebak dalam organ-organ menyebabkan mikroabses yang meninggalkan fibrosis dalam penyembuhannya. Maka dapat terjadi sirosis hepatitis, hepatosplenomegali, dan hipertensi portal yang dapat fatal.

Diagnosis Sistomiasis
Diagnosis dapat ditegakkan bila ditemukan telur dalam tinja, atau biopsi rektum atau hati. Uji serologi memastikan diagnosis

Penatalaksanaan Sistomiasis
Obat terpilih untuk sistosomiasis adalah prazikuantel, dosis tunggal.

Filariasis (penyakit kaki gajah)

thumbnail
Filariasis (penyakit kaki gajah)
(Sumber: Pedoman Pengobatan Dasar di Puskesmas 2007)
Definisi Filariasis
Filariasis (penyakit kaki gajah) adalah penyakit menular kronik yang disebabkan sumbatan cacing filaria di kelenjar / saluran getah bening, menimbulkan gejala klinis akut berupa demam berulang, radang kelenjar / saluran getah bening, edema dan gejala kronik berupa elefantiasis.

Penyebab Filariasis
Di Indonesia ditemukan 3 spesies cacing filaria, yaitu Wuchereria bancrofti, Brugia malayi dan Brugia timori yang masing-masing sebagai penyebab filariasis bancrofti, filariasis malayi dan filariasis timori. Beragam spesies nyamuk dapat berperan sebagai penular (vektor) penyakit tersebut.

Cara Penularan Filariasis
Seseorang tertular filariasis bila digigit nyamuk yang mengandung larva infektif cacing filaria. Nyamuk yang menularkan filariasis adalah Anopheles, Culex, Mansonia, Aedes dan Armigeres. Nyamuk tersebut tersebar luas di seluruh Indonesia sesuai dengan keadaan lingkungan habitatnya (got/saluran air, sawah, rawa, hutan).

Gambaran klinik Filariasis
1.   Filariasis tanpa Gejala
Umumnya di daerah endemik, pada pemeriksaan fisik hanya ditemukan pembesaran kelenjar limfe terutama di daerah inguinal. Pada pemeriksaan darah ditemukan mikrofilaria dalam jumlah besar dan eosinofilia.

2.   Filariasis dengan Peradangan
Demam, menggigil, sakit kepala, muntah dan lemah yang dapat berlangsung beberapa hari sampai beberapa minggu. Organ yang terkena terutama saluran limfe tungkai dan alat kelamin. Pada laki-laki umumnya terdapat funikulitis disertai penebalan dan rasa nyeri, epididimitis, orkitis dan pembengkakan skrotum. Serangan akut dapat berlangsung satu bulan atau lebih. Bila keadaannya berat dapat menyebabkan abses ginjal, pembengkakan epididimis, jaringan retroperitoneal, kelenjar inguinal dan otot ileopsoas.

3.   Filariasis dengan Penyumbatan
Pada stadium menahun terjadi jaringan granulasi yang proliferatif serta pelebaran saluran limfe yang luas lalu timbul elefantiasis. Penyumbatan duktus torasikus atau saluran limfe perut bagian tengah mempengaruhi skrotum dan penis pada laki-laki dan bagian luar alat kelamin pada perempuan. Infeksi kelenjar inguinal
dapat mempengaruhi tungkai dan bagian luar alat kelamin.

Elefantiasis umumnya mengenai tungkai serta alat kelamin dan menyebabkan perubahan yang luas. Bila saluran limfe kandung kencing dan ginjal pecah akan timbul kiluria (keluarnya cairan limfe dalam urin), sedangkan bila yang pecah tunika va.ginalis akan terjadi hidrokel atau kilokel, dan bila yang pecah saluran limfe peritoneum terjadi asites yang mengandung  kilus. Gambaran yang sering tampak ialah hidrokel dan limfangitis alat kelamin. Limfangitis dan elefantiasis dapat diperberat oleh infeksi sekunder Streptococcus.

Diagnosis Filariasis
Diagnosis filariasis dapat ditegakkan secara klinis. Diagnosis dipastikan dengan menemukan mikrofilaria dalam darah tepi yang diambil malam hari (pukul 22.00 – 02.00 dinihari) dan dipulas dengan pewarnaan Giemsa. Pada keadaan kronik pemeriksaan ini sering negatif.

Penatalaksanaan
1.  Perawatan Umum Filariasis
- Istirahat di tempat tidur
- Antibiotik untuk infeksi sekunder dan abses
- Perawatan elefantiasis dengan mencuci kaki dan merawat luka.
2.  Pengobatan Spesifik Filariasis
Untuk pengobatan individual diberikan Diethyl Carbamazine Citrate (DEC) 6 mg/kgBB 3 x sehari selama 12 hari. Efek samping : pusing, mual dan demam selama menggunakan obat ini.
Pengobatan masal  (rekomendasi WHO) adalah DEC 6 mg/kgBB dan albendazol 400mg (+ parasetamol) dosis tunggal, sekali setahun selama 5 tahun. Implementation unit (IU) adalah kecamatan / wilayah kerja puskesmas (jumlah penduduk 8.000 – 10.000 orang).

Perdarahan post partum

thumbnail

Perdarahan post partum
(Sumber: Pedoman Pengobatan Dasar di Puskesmas 2007)

Definisi Perdarahan post partum
Perdarahan post partum adalah perdarahan melebihi 500 ml yang terjadi setelah bayi lahir. Perdarahan post partum dini yaitu perdarahan setelah bayi lahir dalam 24 jam pertama persalinan dan perdarahan post partum lanjut yaitu perdarahan setelah 24 jam persalinan.

Penyebab Perdarahan post partum
Perdarahan post partum dapat disebabkan oleh atonia uteri, robekan jalan lahir, retensio plasenta, sisa plasenta dan kelainan pembekuan darah.

Gambaran Klinis Perdarahan post partum
Dalam persalinan sukar untuk menentukan jumlah darah secara akurat karena tercampur dengan air ketuban dan serapan pada pakaian atau kain alas. Oleh karena itu bila terdapat perdarahan lebih banyak dari normal, sudah dianjurkan untuk melakukan pengobatan sebagai perdarahan post partum.


PENGELOLAAN UMUM
• Selalu siapkan tindakan gawat darurat
• Tata laksana persalinan kala III secara aktif
• Minta pertolongan pada petugas lain untuk membantu bila dimungkinkan
• Lakukan penilaian cepat keadaan umum ibu meliputi kesadaran nadi, tekanan darah, pernafasan dan suhu
• Jika terdapat syok lakukan segera penanganan
• Periksa kandung kemih, bila penuh kosongkan
• Cari penyebab perdarahan dan lakukan pemeriksaan untuk menentukan penyebab perdaraha